Senin, 19 Oktober 2015

Peluk aku Tuhan..

Aku lelah Tuhan..
Mungkin tak seharusnya aku berkata seperti itu, tapi aku merasa aku sedang berada di titik terlemahku. Aku tak berdaya, aku terlalu letih untuk berjuang kembali.

Ketika kau diuji secara terus menerus, ketika kau diberi rasa pedih terus menerus dengan permasalahan yg sama, ada kah rasa lelah? Haruskah aku bertahan? Haruskah aku menyerah?
Entah apa yg harus ku lakukan, hanya bisa berserah dan berharap..
Jika pada akhirnya aku tak bisa menggapai hak ku itu, mungkin kehancuran itu akan terlulang lagi dan lagi.. Semoga aku kuat menghadapi kenyataan ini.. Peluk aku Tuhan..

Senin, 09 Maret 2015

seseorang yang baru

Kali ini yang ingin aku bagi adalah sebuah pengalaman yang cukup luar biasa bagiku. Seperti yang ku bahas pada postingan sebelumnya, lingkungan memang sangat berperan penting untuk mencetak pribadi seseorang.

Ini tentang salah satu sahabatku di kantor tempat aku bekerja. aku mengenal dia sejak di bangku kuliah, dari dulu dia dikenal seseorang dengan dunia hingar bingar yang tidak ada keseriusan untuk mengikuti perkuliahan di kampus. Hal itu berdampak ketika dia ternyata bergabung di perusaahan tempat aku bekerja, aku agak was-was saat itu. tapi seiring waktu berjalan dia membuktikan kredibilitasnya, dia bekerja dgn progress yang cukup baik. Aku senang dengan hal itu dan aku langsung mematahkan semua keraguanku.

Semakin kesini, aku semakin kenal dekat dengannya. Dia menjadi sahabat yang cukup baik, teman yang enak untuk mengobrol dan bercanda. Hanya yang aku sayangkan saat itu, dia masih senang dengan dunia bebasnya dan masih kurang kuat terhadap agamanya.

Suatu waktu Allah mungkin mengujinya dengan beberapa cobaan, sampai akhirnya aku tak mengerti dia mulai mau mendekatkan diri pada-Nya. Padahal sebelum itu malah dia pernah berbicara seperti ini padaku "untuk apa kamu berpuasa senin kamis menahan lapar? pengen dapet jodoh kamu?" dengan nada bercanda dan tertawa, selain itu dia pun bahkan pernah merasa terganggu saat aku mendengarkan lagu-lagu religius. Tapi Subhanallah, sekarang dia benar-benar menjadi orang yang jauh lebih baik. Sekarang dia menjadi teman aku berpuasa senin kamis, teman aku untuk shalat berjamaah, teman aku untuk sharing tentang agama, teman aku untuk pergi ke pengajian, sampai dia selalu menyempatkan untuk shalat malam.

yang luar biasa, dia hampir menangis bercerita padaku bahwa dia bertekad untuk meninggalkan sampingannya sebagai dancer yang dirasa dia sudah bukan dunianya lagi bahkan sampai teman-temannya berfikir dia sedang terpengaruh hipnotis seseorang. Betapa terharunya aku melihat perjalanan sahabatku itu, padahal aku tak pernah berkomentar negatif terhadapnya, aku tak pernah melarang apapun yang ia lakukan, tapi dengan kekuasaan Allah hatinya dapat tersentuh untuk melukan hal-hal yang lebih positif.

Ajaibnya lagi, setelah ia bertekad untuk menjadi seseorang yang baru itu, Allah memberikan banyak kemudahan untuknya. Tak lama setelah itu dia mendapat penawaran kerja ditempat lain dengan sangat mudah, dan selain itu sekarang ia sedang dekat dengan salah seorang laik-laki yang dikenal baik dan punya pekerjaan yang mapan. Mungkin ini hadiah dari yang diatas atas keteguhan hati dan jiwanya untuk memilih jalan yang lebih baik di jalan Allah.

Kesimpulan dari cerita ini adalah tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Allah akan memudahkan jalan seseorang yang mempunyai niat baik. Dibalik segala cobaan akan ada hal baik yang akan terjadi selanjutnya. Bagi kita sendiri yang merasa sudah menjadi baik jangan takabur dan jangan menilai orang hanya karena masa lalunya karena setiap orang mempunyai kesempatan untuk berubah jika dia mau berusaha. Mari kita bersyukur atas segala yang kita alami selama hidup ini.

Senin, 27 Oktober 2014

kita dan lingkungan

Setiap orang memang memiliki watak, sikap, dan kepribadiannya masing-masing. Tapi semua itu dibentuk dari pola pikir mereka sendiri. Tanpa kita sadari sebenarnya pola pikir dibentuk dari lingkungan dan rutinitas yang kita jalani. Maka dari itu salah-salah kita bergaul, kita akan terjebak dalam pola pikir yang salah. Beda hal nya jika kita punya filter dalam setiap berpikir, kita bisa mencerna apa-apa yang kita dapat dari lingkungan kita tersebut.
Ada salah seorang teman saya, dia sangat polos, jika saya baca dari sikapnya sehari-hari, ia orang yang bisa dikatakan lemah dan sangat pengalah. Mulanya dia sangat tertutup,tetapi setelah dia bergaul dengan orang-orang yang lebih banyak pengalamannya tentang hidup, ia sering melihat orang-orang yang kuat, orang-orang yang berpikir logis, orang-orang yang selalu siap menerima resiko, sampai orang-orang yang mengalami jatuh berkali-kali tetapi tetap tersenyum. Dari sanalah ia mulai mau membuka diri dan keluar lah segala masalah yang ia pendam, sehingga ia mau berbagi hingga akhirnya dia menemukan satu titik temu dimana kesalahan ia selama ini dan mau belajar bagaimana caranya keluar dari zona nyaman dan siap menghadapi masalah. masalah bukan untuk dihindari, tetapi untuk dihadapi. jika kita terus menghindar, akan ada saatnya ketika kita hilang arah saat kita sudah tidak bisa menghindar.
jadi, lingkungan itu benar-benar sangat berpengaruh, apalagi untuk orang-orang yang belum menemukan jati dirinya. bergaul lah seluas mungkin agar kita lebih banyak belajar banyak tentang pola pikir orang sampai akhirnya kita menemukan bagaimana seharusnya kita menjadi diri kita. belajarlah dari orang-orang yang punya masalah dan orang-orang yang tampak bahagia. Tak selamanya orang yang bisa mengajari kita selalu orang yang sukses.

Minggu, 04 November 2012

Seorang Salmon

Awalnya aku terinspirasi dari seorang moderator di sebuah seminar di Tangerang, beliau mengatakan "jadilah seekor salmon yg berani melawan arus". Entah kenapa aku suka dengan kata-kata itu, tidak hanya karena kata-kata itu keluar dari orang yang luar biasa tetapi aku merasa termotivasi dari kalimat itu.

Karena penasaran,aku mulai mencari tau tentang salmon, dan benar dugaanku, salmon memang ikan yg luar biasa. Ikan yg berenang melawan arus untuk kembali ke sungai setelah 4 sampai 7 tahun berada di lautan. Saat itu tak hanya berenang dan melompat yg ia usahakan, tetapi juga resiko dimakan anjing laut dan beruang menjadi taruhan nyawa.

Dari sana aku selalu bilang pada orang-orang bahwa aku seorang salmon, karena aku ingin berbeda. Aku tidak mau terbawa arus, aku ingin punya pendirian dan keinginan kuat untuk menggapai tujuanku seberat apapun resiko yg harus dihadapi. Sampai detik ini, alhamdulillah sudah beberapa dari list mimpi-mimpi aku yg telah bisa aku dapat. Itu semua karena aku mau berusaha, Tuhan akan senantiasa memberi kemudahan untuk hamba-Nya yg tidak hanya berdoa tetapi juga mengusahakannya. Amiin.


Senin, 22 Oktober 2012

aku tidak berkepribadian ganda

kita tidak selamanya mengeluarkan karakter yang sama pada setiap waktu dan setiap tempat. aku mungkin orang yg dapat berubah-ubah karakter tergantung dengan lingkungan, kadang bisa jadi seorang yang pendiam, kadang bisa jadi orang yg serius dan dewasa, dan bahkan kadang bisa jadi seseorang yang cablak dan sedikit sengklek. apa itu termasuk kepribadian ganda??

menurutku itu bukan kepribadian ganda, tapi kita sebagai mahluk sosial tentu harus dapat memposisikan diri sesuai porsinya bukan? aku menjadi seorang yg pendiam ketika aku berada di lingkungan baru, apalagi jika aku blm begitu nyaman dengan lingkungan tersebut. saat itu aku harus bersikap polos dan netral, karena kita belum tau siapa orang-orang di sekeliling kita itu sebenarnya, dan kita blm tau karakter mereka yang sesungguhnya, bayangkan saja jika kita so akrab dan so humoris tapi ternyata orang yg ajak kita bicara sangat sensitif kan bahaya, bisa-bisa dia ilfeel sama kita sejak kenal dan selamanya. makanya aku lebih memilih diam untuk membaca karakter mereka dulu.

aku bersikap dewasa dan serius pastinya saat dilingkungan formal, dan bersama orang-orang yang beredukasi. biasanya karena tuntutan pekerjaan atau tugas. kadang aku disebut lebay saat aku kerja, karena aku seorang customer service yg selalu berusaha terlihat ramah dan berpendidikan.

dan sebenarnya, karakter aku yang bener-bener aku nyaman adalah ketika aku mengeluarkan sisi sengklek dan gila aku. biasanya aku seperti ini ketika bersama orang-orang terdekatku. aku senang dengan kecablakanku dan candaan yang kadang agak ngelantur jauh, malah kadang ada yg bilang candaan aku kuli atau bikin pusing orang. tapi inilah aku, aku sangat merasa bebas saat aku sperti ini, biasa tertawa lepas. memang kadang ada orang yg jadi bete gara-gara tingkah aku yg becandanya tidak terkontrol, tapi hal itu sulit dihindari yaa mungkin karena udah bener-bener sifat bawaan aku. dan sampai saat ini aku percaya dgn kata-kata rekan kerjaku yang mengatakan "KADANG KITA AKAN SANGAT BAHAGIA KETIKA KITA SEDANG MENGELUARKAN SIKAP-SIKAP IDIOT KITA".