Kali ini yang ingin aku bagi adalah sebuah pengalaman yang cukup luar biasa bagiku. Seperti yang ku bahas pada postingan sebelumnya, lingkungan memang sangat berperan penting untuk mencetak pribadi seseorang.
Ini tentang salah satu sahabatku di kantor tempat aku bekerja. aku mengenal dia sejak di bangku kuliah, dari dulu dia dikenal seseorang dengan dunia hingar bingar yang tidak ada keseriusan untuk mengikuti perkuliahan di kampus. Hal itu berdampak ketika dia ternyata bergabung di perusaahan tempat aku bekerja, aku agak was-was saat itu. tapi seiring waktu berjalan dia membuktikan kredibilitasnya, dia bekerja dgn progress yang cukup baik. Aku senang dengan hal itu dan aku langsung mematahkan semua keraguanku.
Semakin kesini, aku semakin kenal dekat dengannya. Dia menjadi sahabat yang cukup baik, teman yang enak untuk mengobrol dan bercanda. Hanya yang aku sayangkan saat itu, dia masih senang dengan dunia bebasnya dan masih kurang kuat terhadap agamanya.
Suatu waktu Allah mungkin mengujinya dengan beberapa cobaan, sampai akhirnya aku tak mengerti dia mulai mau mendekatkan diri pada-Nya. Padahal sebelum itu malah dia pernah berbicara seperti ini padaku "untuk apa kamu berpuasa senin kamis menahan lapar? pengen dapet jodoh kamu?" dengan nada bercanda dan tertawa, selain itu dia pun bahkan pernah merasa terganggu saat aku mendengarkan lagu-lagu religius. Tapi Subhanallah, sekarang dia benar-benar menjadi orang yang jauh lebih baik. Sekarang dia menjadi teman aku berpuasa senin kamis, teman aku untuk shalat berjamaah, teman aku untuk sharing tentang agama, teman aku untuk pergi ke pengajian, sampai dia selalu menyempatkan untuk shalat malam.
yang luar biasa, dia hampir menangis bercerita padaku bahwa dia bertekad untuk meninggalkan sampingannya sebagai dancer yang dirasa dia sudah bukan dunianya lagi bahkan sampai teman-temannya berfikir dia sedang terpengaruh hipnotis seseorang. Betapa terharunya aku melihat perjalanan sahabatku itu, padahal aku tak pernah berkomentar negatif terhadapnya, aku tak pernah melarang apapun yang ia lakukan, tapi dengan kekuasaan Allah hatinya dapat tersentuh untuk melukan hal-hal yang lebih positif.
Ajaibnya lagi, setelah ia bertekad untuk menjadi seseorang yang baru itu, Allah memberikan banyak kemudahan untuknya. Tak lama setelah itu dia mendapat penawaran kerja ditempat lain dengan sangat mudah, dan selain itu sekarang ia sedang dekat dengan salah seorang laik-laki yang dikenal baik dan punya pekerjaan yang mapan. Mungkin ini hadiah dari yang diatas atas keteguhan hati dan jiwanya untuk memilih jalan yang lebih baik di jalan Allah.
Kesimpulan dari cerita ini adalah tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Allah akan memudahkan jalan seseorang yang mempunyai niat baik. Dibalik segala cobaan akan ada hal baik yang akan terjadi selanjutnya. Bagi kita sendiri yang merasa sudah menjadi baik jangan takabur dan jangan menilai orang hanya karena masa lalunya karena setiap orang mempunyai kesempatan untuk berubah jika dia mau berusaha. Mari kita bersyukur atas segala yang kita alami selama hidup ini.